Langsung ke konten utama

Postingan populer dari blog ini

SUMUR BERAIR SEDAP DI KAMPUNG TELLOK

Oleh: Sugriyanto      Berbicara soal persumuran teringat akan sebuah karya sastra berjudul "Sumur Tanpa Dasar" yang artinya betapa menyindir bila sumur itu disinyalir dalam akan tetapi tetap tidak memilki dasar atau kedalaman. Dalam sebuah tajuk lagu irama melayu (dangdut) yang dilantunkan artis gaek Elvi Sukaesih "Mandi Tujuh Sumur" mengingatkan pada usaha membuang sial dari seseorang setelah terkena guna-guna. Kekuatan seorang "Pendekar Tujuh Sumur" cukup diperhitungkan dalam sabung jawara penuh kedikjayaan. Berawal dari sumur pulalah manusia menemukan sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.     Sekian lama kabar keberadaan beberapa sumur terdalam di Kampung Tellok Desa Sungaiteluk Kecamatan Sangkapura Bawean Gresik Jawa Timur seperti terkubur saja. Keterkuburan kisahnya disebabkan oleh adanya pengadaan air bersih melalui pipanisasi sumber mata air pegunungan dalam pencanangan program air bersih di bawah bendera HIPAM (Himpunan P...

TIADA LAGI KOKOK DI MALOKOK

Oleh: Sugriyanto     Sepenggal tuturan lisan yang masih mengiang di telinga yaitu gagalnya daerah lereng Gunung Malokok untuk dijadikan Kota Mekah jauh sebelum kejadian Kota Mekah yang ada di tanah Arab aslinya. Kepercisan antara Kota Mekah dengan Kaki lereng Gunung Malokok terlihat dari tekstur bebatuannya. Lempengan batu pualam (baca, Bawean: beto kombhung) di sepanjang aliran sungai di bawah lereng Gunung Malokok memiliki kemiripan dengan bebatuan di tanah suci Mekah. Rencana penjadian itu mengalami kegagalan disebabkan adanya seekor ayam jantan putih yang mendahului berkokok menjelang fajar menyingsing. Selain itu, cerita rakyat yang sempat tersiar luas pula bahwa di dalam perut gunung Malokok terdapat emas berbentuk kuda yang amat besar. Kebenaran akan cerita itu berdasarkan penerawangan orang "pintar" yang memiliki kekuatan tembus pandang setelah melihat dengan mata batinnya lewat kegiatan ritual meditasi di sebuah cungkup pada sebuah kaki gunungnya.  ...

ANTARA HOAX DAN “LEMPAT”

Oleh: Sugriyanto            Di dalam Agama Islam sudah digariskan bahwa berita bohong atau dusta bisa menjadi gibah dan fitnah. Kedua istilah ini termasuk dosa besar yang pengampunannya teramat sulit karena bila hendak menghapus dosa dari perbuatan menggibah dan memfitnah harus meminta maaf kepada orang yang digibahi atau difitnahi terlebih dahulu. Di dalam kitab suci Al-Qur’an sudah dinashkan bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, artinya lebih kejam siksanya daripada pembunuhan kelak di akhirat. Fitnah juga lebih besar daripada pembunuhan, artinya lebih besar dosanya dibandingkan dosa membunuh orang (naudzubillah). Bila demikian orang beriman akan berpikir ribuan kali untuk melakukan perbuatan gibah dan fitnah itu. Sementara ini yang marak terjadi orang melontar kebohongan atau dusta yang terkategori gibah dan fitnah hanya dianggap dengan istilah “hoax” belaka sebagai dalih penghindar dari tanggung jawab moral kea...