Oleh: Sugriyanto Sepenggal tuturan lisan yang masih mengiang di telinga yaitu gagalnya daerah lereng Gunung Malokok untuk dijadikan Kota Mekah jauh sebelum kejadian Kota Mekah yang ada di tanah Arab aslinya. Kepercisan antara Kota Mekah dengan Kaki lereng Gunung Malokok terlihat dari tekstur bebatuannya. Lempengan batu pualam (baca, Bawean: beto kombhung) di sepanjang aliran sungai di bawah lereng Gunung Malokok memiliki kemiripan dengan bebatuan di tanah suci Mekah. Rencana penjadian itu mengalami kegagalan disebabkan adanya seekor ayam jantan putih yang mendahului berkokok menjelang fajar menyingsing. Selain itu, cerita rakyat yang sempat tersiar luas pula bahwa di dalam perut gunung Malokok terdapat emas berbentuk kuda yang amat besar. Kebenaran akan cerita itu berdasarkan penerawangan orang "pintar" yang memiliki kekuatan tembus pandang setelah melihat dengan mata batinnya lewat kegiatan ritual meditasi di sebuah cungkup pada sebuah kaki gunungnya. ...