Catatan Pelaut (1) Ungkapan “cap jangkar” semakin mengemuka di kalangan masyarakat Pulau Bawean. Sebentar-sebentar warga merasa tersanjung, terutama para gadis saat dipersunting oleh lelaki atau pemuda yang berstatus pelaut atau pekerja kapal dengan istilah “kemaruknya” dapat suami “Cap Jangkar” atau lebih keren apabila para gadis-gadis itu dapat jodoh kapten kapal luar negeri. Semakin heboh lagi bila suaminya bekerja sebagai kapten atau nakhoda di kapal “Bunker Clerk” (baca, Bawean: Bangker Kelak) atau Karani. Master super heboh! Selama ini memang dikesankan bahwa setiap pekerja kapal di luar negeri, terutama di Singapura dan di manca negara lainnya selalu diidentikkan dengan bekerja sebagai kapten atau nakhoda. Padahal, jenjang pekerjaan di kapal atau pelaut bertingkat-tingkat pula. Mulai dari paling bawah sebagai Cheif Officer Cook, Oiler 1, AB (Able Body 1), Buson atau Boatswain (Kepala Kerja), Chief Officer Engeneer, Chief Off...